Pelajari
perbedaan ragam bahasa lisan dan ragam bahasa tulis dalam Bahasa Indonesia.
Artikel ini membahas pengertian, karakteristik, kelebihan, kelemahan, contoh
penggunaan, serta penerapannya dalam dunia akademik dan profesional sebagai materi
Bab 2 Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) Bahasa Indonesia.
Bab 2: Ragam
Bahasa Indonesia
2.2 Ragam Bahasa
Berdasarkan Sarana: Ragam Lisan dan Ragam Tulis
Pendahuluan
Bahasa
merupakan alat komunikasi utama yang memungkinkan manusia menyampaikan gagasan,
perasaan, informasi, dan pengetahuan kepada orang lain. Dalam praktiknya,
komunikasi tidak selalu dilakukan dengan cara yang sama. Ada komunikasi yang
berlangsung secara langsung melalui percakapan tatap muka atau media audio, dan
ada pula komunikasi yang dilakukan melalui media tulisan, baik dalam bentuk
cetak maupun digital. Perbedaan media atau sarana komunikasi tersebut
melahirkan dua bentuk utama penggunaan bahasa, yaitu ragam bahasa lisan
dan ragam bahasa tulis.
Dalam
kehidupan sehari-hari, seseorang menggunakan kedua ragam tersebut secara
bergantian. Seorang mahasiswa, misalnya, dapat berdiskusi secara lisan dengan
dosen di ruang kelas, kemudian menuliskan hasil diskusi tersebut dalam bentuk
laporan atau makalah. Demikian pula seorang pegawai dapat menjelaskan suatu
kebijakan melalui rapat secara lisan, lalu mendokumentasikannya dalam bentuk
surat atau notulen rapat. Hal ini menunjukkan bahwa ragam bahasa lisan dan
ragam bahasa tulis memiliki fungsi yang saling melengkapi.
Pemahaman
mengenai kedua ragam bahasa ini menjadi sangat penting dalam Mata Kuliah Wajib
Kurikulum (MKWK) Bahasa Indonesia karena berkaitan langsung dengan kemampuan
mahasiswa dalam berkomunikasi secara efektif, baik dalam lingkungan akademik
maupun profesional. Mahasiswa dituntut tidak hanya mampu berbicara dengan baik,
tetapi juga mampu menulis secara benar sesuai kaidah Bahasa Indonesia.
Artikel
ini membahas pengertian, karakteristik, kelebihan, kekurangan, serta perbedaan
antara ragam bahasa lisan dan ragam bahasa tulis beserta contoh penerapannya
dalam kehidupan sehari-hari.
Pengertian Ragam
Bahasa Berdasarkan Sarana
Dalam
kajian linguistik, ragam bahasa berdasarkan sarana adalah
variasi bahasa yang dibedakan menurut media atau alat yang digunakan dalam
proses komunikasi. Berdasarkan sarananya, Bahasa Indonesia dibedakan menjadi
dua bentuk utama, yaitu:
- Ragam
bahasa lisan, yaitu bahasa yang disampaikan melalui ujaran atau tuturan secara
langsung maupun melalui media audio dan audiovisual.
- Ragam
bahasa tulis, yaitu bahasa yang disampaikan melalui lambang-lambang grafis
atau tulisan sehingga dapat dibaca oleh orang lain.
Perbedaan
utama kedua ragam tersebut terletak pada cara penyampaian pesan, bukan pada
bahasanya. Baik ragam lisan maupun ragam tulis tetap menggunakan Bahasa Indonesia,
tetapi memiliki karakteristik yang berbeda sesuai dengan media komunikasi yang
digunakan.
Ragam Bahasa Lisan
Pengertian
Ragam
bahasa lisan adalah bentuk penggunaan bahasa yang disampaikan melalui bunyi
ujaran. Komunikasi berlangsung dengan memanfaatkan suara, intonasi, tekanan,
jeda, ekspresi wajah, dan gerak tubuh (bahasa nonverbal).
Dalam
komunikasi lisan, penutur dan lawan tutur biasanya berada dalam waktu yang
sama, baik secara langsung maupun melalui media komunikasi seperti telepon,
konferensi video, atau siaran radio.
Ciri-Ciri Ragam
Bahasa Lisan
Ragam
bahasa lisan memiliki beberapa karakteristik sebagai berikut.
1.
Menggunakan Bunyi Bahasa
Informasi
disampaikan melalui suara sehingga keberhasilan komunikasi sangat dipengaruhi
oleh pelafalan, intonasi, tempo, dan artikulasi.
2.
Bersifat Spontan
Dalam
percakapan sehari-hari, penutur sering berbicara tanpa perencanaan yang matang.
Oleh karena itu, pengulangan kata, jeda, atau perbaikan kalimat sering terjadi.
Contoh:
"Jadi...
eh... maksud saya begini...."
Fenomena
seperti ini wajar dalam komunikasi lisan.
3.
Didukung Unsur Nonverbal
Makna
komunikasi tidak hanya berasal dari kata-kata, tetapi juga dari:
- ekspresi wajah;
- kontak mata;
- gerakan tangan;
- posisi tubuh;
- intonasi suara.
Misalnya,
kalimat "Baik, saya mengerti" dapat memiliki makna berbeda tergantung
pada intonasi yang digunakan.
4.
Konteks Sangat Membantu
Karena
penutur dan pendengar biasanya berada dalam situasi yang sama, banyak informasi
tidak perlu dijelaskan secara rinci.
Contoh:
"Taruh
saja di sana."
Kata
di sana dapat dipahami karena kedua pihak melihat lokasi yang
dimaksud.
Kelebihan Ragam
Bahasa Lisan
Beberapa
kelebihan ragam bahasa lisan antara lain:
- komunikasi berlangsung
cepat;
- memungkinkan umpan
balik secara langsung;
- memudahkan klarifikasi
apabila terjadi kesalahpahaman;
- lebih ekspresif karena
didukung unsur nonverbal;
- efektif untuk diskusi
dan negosiasi.
Kelemahan Ragam
Bahasa Lisan
Di
sisi lain, ragam bahasa lisan juga memiliki beberapa keterbatasan.
- Informasi mudah
terlupakan jika tidak direkam.
- Sulit dijadikan bukti
resmi.
- Rentan terhadap salah
dengar.
- Sangat bergantung pada
kondisi pendengar dan situasi komunikasi.
Ragam Bahasa Tulis
Pengertian
Ragam
bahasa tulis adalah bentuk penggunaan bahasa yang disampaikan melalui tulisan.
Dalam ragam ini, komunikasi dilakukan menggunakan lambang grafis berupa huruf,
angka, tanda baca, dan unsur kebahasaan lainnya.
Berbeda
dengan komunikasi lisan, penulis dan pembaca tidak harus berada pada tempat
maupun waktu yang sama.
Ciri-Ciri Ragam
Bahasa Tulis
1.
Menggunakan Sistem Tulisan
Semua
informasi harus dituangkan secara lengkap melalui kata-kata dan tanda baca.
Tidak
ada bantuan intonasi maupun ekspresi wajah.
2.
Mengikuti Kaidah Kebahasaan
Ragam
tulis menuntut penggunaan:
- ejaan yang benar;
- tanda baca yang tepat;
- pilihan kata yang
sesuai;
- struktur kalimat yang
efektif.
Kesalahan
kecil dalam penulisan dapat mengubah makna kalimat.
3.
Bersifat Lebih Terencana
Penulis
memiliki kesempatan untuk:
- menyusun ide;
- mengedit tulisan;
- memperbaiki kesalahan;
- memilih kata yang
paling tepat.
Karena
itu, bahasa tulis umumnya lebih sistematis dibandingkan bahasa lisan.
4.
Informasi Harus Lengkap
Pembaca
tidak dapat langsung bertanya kepada penulis.
Oleh
sebab itu, semua informasi penting harus dijelaskan secara jelas dan rinci.
Kelebihan Ragam
Bahasa Tulis
Ragam
bahasa tulis memiliki sejumlah keunggulan.
- Dapat disimpan dalam
waktu lama.
- Menjadi dokumen resmi.
- Mudah dipelajari
kembali.
- Menjangkau pembaca
dalam waktu dan tempat yang berbeda.
- Memiliki nilai hukum
apabila digunakan dalam dokumen resmi.
Kelemahan Ragam
Bahasa Tulis
Beberapa
kelemahannya adalah:
- tidak memungkinkan
umpan balik secara langsung;
- membutuhkan waktu lebih
lama dalam penyusunan;
- berpotensi menimbulkan
salah tafsir jika kalimat tidak jelas;
- memerlukan penguasaan
kaidah bahasa yang baik.
Perbedaan Ragam
Bahasa Lisan dan Ragam Bahasa Tulis
Perbedaan
kedua ragam tersebut dapat dilihat pada tabel berikut.
|
Aspek |
Ragam
Bahasa Lisan |
Ragam
Bahasa Tulis |
|
Media |
Bunyi ujaran |
Tulisan |
|
Sarana |
Suara |
Huruf dan tanda baca |
|
Umpan balik |
Langsung |
Tidak langsung |
|
Intonasi |
Sangat penting |
Digantikan tanda baca |
|
Bahasa tubuh |
Ada |
Tidak ada |
|
Ketelitian bahasa |
Lebih fleksibel |
Harus mengikuti kaidah |
|
Dokumentasi |
Sulit disimpan |
Mudah didokumentasikan |
|
Penyusunan |
Cenderung spontan |
Lebih terencana |
Perbedaan
ini menunjukkan bahwa masing-masing ragam memiliki karakteristik yang sesuai
dengan kebutuhan komunikasi.
Contoh Ragam
Bahasa Lisan dan Ragam Bahasa Tulis
Contoh Ragam
Bahasa Lisan
Seorang
dosen berkata kepada mahasiswa:
"Besok
tugasnya dikumpulkan sebelum jam sembilan, ya."
Kalimat
tersebut cukup dipahami karena disampaikan secara langsung.
Contoh Ragam
Bahasa Tulis
Dalam
pengumuman resmi ditulis:
"Seluruh
mahasiswa diwajibkan menyerahkan tugas paling lambat pukul 09.00 WIB pada hari
Senin, 15 September 2026 melalui sistem pembelajaran daring."
Kalimat
tersebut lebih lengkap karena pembaca tidak dapat meminta penjelasan secara
langsung.
Ragam Bahasa dalam
Dunia Akademik
Dalam
lingkungan perguruan tinggi, mahasiswa harus mampu menggunakan kedua ragam
bahasa secara tepat.
Ragam Lisan
Digunakan Pada:
- presentasi;
- seminar;
- sidang skripsi;
- diskusi kelas;
- wawancara penelitian.
Ragam Tulis
Digunakan Pada:
- makalah;
- laporan praktikum;
- proposal penelitian;
- artikel ilmiah;
- skripsi;
- tesis.
Kemampuan
menguasai kedua ragam tersebut merupakan bagian penting dari kompetensi
akademik.
Ragam Bahasa di
Era Digital
Perkembangan
teknologi digital menyebabkan batas antara ragam lisan dan ragam tulis semakin
fleksibel.
Sebagai
contoh:
- pesan suara (voice note) merupakan ragam
lisan yang dikirim melalui media digital;
- pesan singkat (chat) merupakan ragam tulis,
tetapi sering menggunakan gaya bahasa lisan;
- webinar memadukan
komunikasi lisan dengan materi presentasi tertulis.
Fenomena
ini menunjukkan bahwa perkembangan teknologi memengaruhi cara masyarakat
menggunakan bahasa.
Namun
demikian, dalam konteks akademik dan profesional, penggunaan ragam bahasa tetap
harus memperhatikan norma kebahasaan. Misalnya, bahasa yang digunakan dalam
surat elektronik resmi tentu berbeda dengan bahasa dalam percakapan di media
sosial.
Pentingnya Memilih
Ragam Bahasa yang Tepat
Kemampuan
memilih ragam bahasa sesuai konteks merupakan salah satu indikator kompetensi
berbahasa.
Mahasiswa
perlu memahami bahwa:
- karya ilmiah menggunakan
ragam tulis baku;
- presentasi ilmiah
menggunakan ragam lisan formal;
- komunikasi sehari-hari
dapat menggunakan ragam yang lebih santai sesuai situasi.
Pemilihan
ragam yang tepat akan meningkatkan efektivitas komunikasi sekaligus menunjukkan
profesionalisme penutur atau penulis.
Penutup
Ragam
bahasa berdasarkan sarana terdiri atas ragam bahasa lisan dan ragam bahasa
tulis. Keduanya memiliki karakteristik, fungsi, serta kelebihan dan kelemahan
masing-masing. Ragam bahasa lisan mengandalkan bunyi ujaran, intonasi, dan
unsur nonverbal sehingga komunikasi berlangsung lebih spontan dan interaktif.
Sebaliknya, ragam bahasa tulis mengandalkan sistem tulisan, ejaan, dan tanda
baca sehingga penyampaian informasi harus dilakukan secara lebih lengkap,
sistematis, dan mengikuti kaidah kebahasaan.
Dalam dunia
pendidikan, khususnya pada jenjang perguruan tinggi, penguasaan kedua ragam
bahasa menjadi kompetensi yang sangat penting. Mahasiswa dituntut mampu
berbicara secara efektif dalam diskusi dan presentasi sekaligus menulis karya
ilmiah yang memenuhi standar akademik. Di era digital, meskipun bentuk
komunikasi semakin beragam, prinsip penggunaan ragam bahasa yang sesuai dengan
tujuan, media, dan situasi tetap harus menjadi pedoman. Dengan demikian, Bahasa
Indonesia dapat terus berfungsi sebagai sarana komunikasi yang efektif, ilmiah,
dan profesional di berbagai bidang kehidupan.
Daftar Pustaka
- Badan Pengembangan dan
Pembinaan Bahasa. (2022). Ejaan
Bahasa Indonesia (EBI). Jakarta: Kementerian Pendidikan,
Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
- Badan Pengembangan dan
Pembinaan Bahasa. (2023). Kamus
Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring. Jakarta: Kementerian
Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
- Chaer, A. (2019). Linguistik Umum (Edisi
Revisi). Jakarta: Rineka Cipta.
- Kementerian Pendidikan,
Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia. Jakarta:
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
- Mustakim. (2020). Pembinaan dan Pengembangan Bahasa
Indonesia di Era Digital. Jakarta: Badan Pengembangan dan
Pembinaan Bahasa.
- Saddhono, K., &
Rohmadi, M. (2018). Pengantar
Sosiolinguistik: Teori dan Konsep Dasar. Surakarta: Yuma
Pustaka.
- Sumarsono. (2017). Sosiolinguistik. Yogyakarta:
Pustaka Pelajar.
- Yendra. (2018). Mengenal Ilmu Bahasa (Linguistik).
Yogyakarta: Deepublish.
- Zaim, M. (2020). Sosiolinguistik: Teori dan Aplikasi.
Jakarta: Kencana.
- UNESCO. (2021). Reimagining Our Futures Together: A New
Social Contract for Education. Paris: UNESCO.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar