LINGUISTIK UMUM
BAGIAN I: LANDASAN DASAR
LINGUISTIK
Bab 2: Sejarah Perkembangan
Linguistik
Strukturalisme dan Pemikiran
Ferdinand de Saussure
Perkembangan linguistik modern tidak dapat dilepaskan dari munculnya aliran
strukturalisme yang menjadi titik balik dalam kajian bahasa. Sebelum munculnya
strukturalisme, studi bahasa lebih banyak didominasi oleh pendekatan
historis-komparatif yang berfokus pada asal-usul dan perkembangan bahasa. Namun,
dengan hadirnya pemikiran strukturalisme, perhatian para ahli linguistik
beralih pada bahasa sebagai sistem yang terstruktur dan saling berkaitan.
Tokoh sentral dalam aliran ini adalah Ferdinand
de Saussure, seorang linguist asal Swiss yang dianggap sebagai bapak
linguistik modern. Pemikirannya memberikan fondasi bagi berbagai cabang
linguistik kontemporer serta memengaruhi disiplin ilmu lain seperti semiotika,
antropologi, dan studi sastra.
Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang konsep strukturalisme
dalam linguistik serta pemikiran utama Ferdinand de Saussure yang menjadi dasar
perkembangan linguistik modern.
![]() |
Dapatkan buku LINGUISTIK UMUM untuk materi lebih dalam |
1. Latar Belakang Munculnya
Strukturalisme
Pada abad ke-19, linguistik didominasi oleh pendekatan historis-komparatif
yang berfokus pada perubahan bahasa dan hubungan antarbahasa. Meskipun
pendekatan ini sangat penting, para ahli mulai merasa bahwa kajian tersebut
kurang memperhatikan bagaimana bahasa bekerja dalam suatu sistem pada waktu
tertentu.
Strukturalisme muncul sebagai respons terhadap keterbatasan tersebut.
Pendekatan ini menekankan bahwa bahasa harus dipahami sebagai suatu sistem yang
utuh, bukan sekadar kumpulan unsur yang berdiri sendiri.
Dengan kata lain, strukturalisme mengalihkan fokus dari sejarah bahasa ke
struktur bahasa itu sendiri.
2. Ferdinand de Saussure dan
Linguistik Modern
Ferdinand de Saussure (1857–1913)
adalah tokoh utama dalam perkembangan strukturalisme. Meskipun ia tidak banyak
menerbitkan karya selama hidupnya, pemikirannya dihimpun dalam buku Course
in General Linguistics (Cours de linguistique générale) yang
disusun oleh murid-muridnya setelah ia wafat.
Buku ini menjadi dasar bagi linguistik modern dan memperkenalkan
konsep-konsep penting yang masih digunakan hingga saat ini.
3. Bahasa sebagai Sistem Tanda
(Sign System)
Salah satu konsep utama Saussure adalah bahwa bahasa merupakan sistem tanda
(sign system).
Ia membagi tanda bahasa menjadi dua komponen:
- Signifier (penanda):
bentuk bunyi atau tulisan
- Signified (petanda):
konsep atau makna
Sebagai contoh:
- Kata
“pohon” (penanda)
- Konsep
tentang pohon (petanda)
Hubungan antara penanda dan petanda bersifat arbitrer, artinya tidak ada
hubungan alami antara keduanya.
Konsep ini menjadi dasar dalam semiotika dan analisis bahasa modern.
4. Konsep Langue dan Parole
Saussure membedakan antara dua aspek bahasa:
a. Langue
Langue adalah sistem bahasa yang bersifat abstrak dan kolektif. Ini mencakup
aturan dan struktur bahasa yang dimiliki oleh suatu masyarakat.
b. Parole
Parole adalah penggunaan bahasa secara konkret oleh individu dalam situasi
tertentu.
Contoh:
- Langue:
aturan tata bahasa Indonesia
- Parole:
percakapan sehari-hari
Perbedaan ini penting karena linguistik struktural lebih fokus pada langue
sebagai sistem.
5. Sinkronik dan Diakronik
Saussure juga membedakan dua pendekatan dalam studi bahasa:
a. Sinkronik
Mengkaji bahasa pada satu waktu tertentu tanpa memperhatikan sejarahnya.
b. Diakronik
Mengkaji perkembangan bahasa dari waktu ke waktu.
Strukturalisme lebih menekankan pendekatan sinkronik karena dianggap lebih
efektif dalam memahami sistem bahasa.
6. Prinsip Relasional dalam
Bahasa
Dalam pandangan strukturalisme, makna suatu unsur bahasa ditentukan oleh
hubungannya dengan unsur lain dalam sistem.
Sebagai contoh:
- Kata
“besar” memiliki makna karena berbeda dengan “kecil”
- Kata
“panas” bermakna karena berlawanan dengan “dingin”
Dengan demikian, bahasa dipahami sebagai jaringan hubungan yang saling
terkait.
7. Sifat Arbitrer Bahasa
Saussure menegaskan bahwa hubungan antara penanda dan petanda bersifat
arbitrer.
Contoh:
- Bahasa
Indonesia: “rumah”
- Bahasa
Inggris: “house”
- Bahasa
Prancis: “maison”
Semua kata tersebut merujuk pada konsep yang sama, tetapi memiliki bentuk
yang berbeda.
8. Linearitas Bahasa
Saussure juga menyatakan bahwa bahasa bersifat linear, artinya unsur-unsur
bahasa disusun secara berurutan dalam waktu.
Contoh:
- Kalimat:
“Saya membaca buku”
Urutan kata tidak dapat diubah sembarangan tanpa memengaruhi makna.
9. Pengaruh Strukturalisme
dalam Linguistik
Strukturalisme memberikan pengaruh besar dalam perkembangan linguistik,
antara lain:
a. Linguistik Struktural
Mengembangkan analisis bahasa berdasarkan struktur internal.
b. Fonologi Modern
Mengkaji sistem bunyi secara terstruktur.
c. Morfologi dan Sintaksis
Menganalisis struktur kata dan kalimat secara sistematis.
10. Pengaruh di Luar
Linguistik
Pemikiran Saussure tidak hanya berpengaruh dalam linguistik, tetapi juga
dalam bidang lain, seperti:
- Antropologi
(Claude Lévi-Strauss)
- Sastra
(strukturalisme sastra)
- Semiologi
(ilmu tanda)
Hal ini menunjukkan bahwa konsep strukturalisme memiliki dampak luas dalam
ilmu sosial dan humaniora.
11. Kritik terhadap
Strukturalisme
Meskipun sangat berpengaruh, strukturalisme juga mendapat kritik, antara
lain:
- Terlalu
fokus pada struktur dan mengabaikan konteks
- Kurang
memperhatikan aspek sosial dan penggunaan bahasa
- Tidak
cukup menjelaskan kreativitas bahasa
Kritik ini kemudian melahirkan aliran baru seperti linguistik generatif yang
dipelopori oleh Noam Chomsky.
12. Relevansi Strukturalisme
Saat Ini
Meskipun telah berkembang berbagai pendekatan baru, konsep strukturalisme
tetap relevan, terutama dalam:
- Analisis
tata bahasa
- Studi
semiotika
- Pengajaran
bahasa
- Analisis
wacana
Strukturalisme memberikan dasar yang kuat untuk memahami bahasa sebagai
sistem.
13. Implikasi dalam
Pembelajaran Bahasa
Dalam pembelajaran bahasa, konsep strukturalisme membantu dalam:
- Penyusunan
materi ajar
- Analisis
struktur bahasa
- Pengembangan
metode pengajaran
Dalam konteks pembelajaran berbasis teknologi seperti MALL, pemahaman
struktur bahasa sangat penting untuk merancang materi yang efektif.
Kesimpulan
Strukturalisme merupakan tonggak penting dalam perkembangan linguistik
modern. Melalui pemikiran Ferdinand de Saussure,
bahasa dipahami sebagai sistem tanda yang terstruktur dan saling berkaitan.
Konsep-konsep seperti langue dan parole, sinkronik dan
diakronik, serta penanda dan petanda menjadi dasar dalam kajian linguistik
hingga saat ini. Meskipun mendapat kritik, strukturalisme tetap memiliki
pengaruh besar dalam berbagai bidang ilmu.
Dengan memahami strukturalisme, kita dapat melihat bahasa tidak hanya
sebagai alat komunikasi, tetapi sebagai sistem kompleks yang membentuk cara
manusia berpikir dan berinteraksi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar