Kamis, 12 Februari 2026

Universal Grammar: Teori Noam Chomsky tentang Kemampuan Bawaan Manusia

Universal Grammar: Teori Noam Chomsky tentang Kemampuan Bawaan Manusia

Pendahuluan

Teori Noam Chomsky tentang Kemampuan Bawaan Manusia


Apa yang membuat manusia mampu belajar bahasa? Mengapa bayi dari berbagai budaya berkembang kemampuan bahasa yang kompleks dalam waktu singkat? Pertanyaan-pertanyaan seperti ini telah menjadi pusat perhatian para linguistik, psikolog kognitif, dan filsuf bahasa selama beberapa dekade. Salah satu teori paling berpengaruh dalam menjawab pertanyaan tersebut adalah Universal Grammar (UG) yang dikenalkan oleh Noam Chomsky pada pertengahan abad ke-20.

Universal Grammar menyatakan bahwa kemampuan bahasa tidak sepenuhnya dipelajari melalui lingkungan dan pengalaman, tetapi sebagian besar merupakan struktur bawaan biologis dalam otak manusia. Teori ini mengubah cara pandang terhadap bagaimana bahasa dipelajari, diproses, dan diwariskan secara kognitif.

 

Asal Usul Universal Grammar

Noam Chomsky, seorang linguistik dan filsuf Amerika, merevolusi studi bahasa pada 1950-an dan 1960-an dengan menolak pandangan behavioristik yang dominan saat itu — yang mengatakan bahwa bahasa dipelajari semata-mata melalui stimulus dan respon atau penguatan (Chomsky, 1959).

Dalam karya monumentalnya, Chomsky berargumen bahwa input bahasa yang diterima anak sangat terbatas — fenomena yang disebut poverty of the stimulus — namun anak tetap dapat memahami struktur kompleks bahasa yang belum pernah mereka dengar sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa ada prinsip linguistik universal yang sudah tertanam dalam struktur kognitif manusia (Chomsky, 1980).

 

Apa Itu Universal Grammar?

Universal Grammar adalah seperangkat aturan, prinsip, dan konstruksi yang bersifat universal untuk semua bahasa manusia. Menurut Chomsky, meskipun bahasa-bahasa dunia berbeda dalam kosakata dan struktur permukaan, mereka berbagi prinsip dasar yang sama di tingkat struktur mendalam.

Dengan kata lain, Universal Grammar bukan bahasa tertentu, tetapi kerangka bawaan biologis yang memungkinkan manusia untuk mempelajari bahasa apa pun dengan mudah.

Contoh Prinsip Universal

Beberapa contoh prinsip yang diduga bagian dari UG antara lain:

·         Struktur frasa dasar (misalnya: subjek-predikat-objek)

·         Kategori sintaksis universal seperti noun (nomina), verb (verba), dan functional heads

·         Kemampuan untuk memproyeksikan hierarki struktural

Semua bahasa memiliki sesuatu yang disebut struktur hierarkis meskipun permukaannya berbeda (misalnya: bahasa Inggris berbeda struktur dari bahasa Jepang), tetapi keduanya bisa dianalisis melalui prinsip universal ini.

 

Komponen Universal Grammar

UG terdiri dari dua komponen utama:

1. Prinsip (Principles)

Prinsip adalah aturan umum yang berlaku untuk semua bahasa. Misalnya:

·         Semua bahasa memiliki subjek dan predikat.

·         Ada batasan tertentu dalam hubungan antar elemen bahasa (seperti keterkaitan antara subjek dan verba).

Prinsip ini bersifat bawaan dan universal.

2. Parameter

Sementara prinsip bersifat umum, parameter adalah aturan yang bisa berbeda antara bahasa satu dan lain. Contohnya:

·         Parameter urutan kata: Bahasa Inggris memiliki urutan SVO (Subjek-Verba-Objek), sementara bahasa Jepang memiliki urutan SOV (Subjek-Objek-Verba).

Permainan parameter ini memungkinkan perbedaan struktur antar bahasa sementara tetap berada dalam kerangka universal yang sama.

 

Mengapa Universal Grammar Penting?

Universal Grammar memberikan solusi terhadap fenomena berikut:

1. Penguasaan Bahasa oleh Anak yang Cepat dan Otomatis

Anak-anak kecil belajar bahasa tanpa pengajaran formal, tanpa aturan eksplisit, dan dalam waktu yang relatif singkat. Mereka mampu menggeneralisasi pola bahasa meskipun paparan input sangat terbatas. Ini menunjukkan keberadaan sistem internal yang memandu akuisisi bahasa.

2. Bahasa Dunia Beragam tetapi Berstruktur

Meskipun bahasa di seluruh dunia sangat bervariasi, struktur tata bahasanya tetap memiliki pola yang dapat dihubungkan satu sama lain melalui prinsip dan parameter. Misalnya, meskipun urutan kata berbeda, semua bahasa memiliki kata benda dan kata kerja.

3. Prediksi terhadap Universalia Linguistik

Universal Grammar menyediakan landasan untuk mencari linguistic universals — fitur-fitur yang ada dalam hampir semua bahasa. Contohnya: semua bahasa memiliki negasi, pertanyaan, dan cara menghubungkan kata.

 

Poverty of the Stimulus (Kemiskinan Rangsangan)

Salah satu argumen paling terkenal dari Chomsky adalah fenomena poverty of the stimulus, yang menyatakan bahwa data bahasa yang tersedia bagi anak tidak cukup untuk menjelaskan kompleksitas pengetahuan bahasa yang mereka peroleh.

Artinya:

Anak tidak pernah mendengar semua kemungkinan struktur kalimat dalam bahasa, tetapi mereka tetap dapat menghasilkan dan memahami kalimat yang benar secara gramatikal yang belum pernah mereka dengar sebelumnya.

Ini menjadi bukti tidak langsung bahwa ada struktur bawaan yang mendasari pembelajaran bahasa.

 

Dukungan Empiris terhadap Universal Grammar

Berbagai studi dalam psikologi kognitif dan neurolinguistik telah menunjukkan:

·         Bayi baru lahir menunjukkan sensitivitas terhadap pola fonologis, bahkan sebelum mereka mulai berbicara, menunjukkan adanya predisposisi terhadap struktur bahasa (Kuhl, 2004).

·         Anak dapat menggeneralisasi aturan tata bahasa setelah mendapatkan paparan kecil terhadap kalimat yang sesuai dengan prinsip-prinsip tertentu.

Penelitian-penelitian semacam ini mendukung gagasan bahwa ada mekanisme internal yang mendasari bahasa, bukan sekadar respons terhadap lingkungan.

 

Kritik terhadap Universal Grammar

Meskipun berpengaruh, Universal Grammar bukan tanpa kritik.

Berikut beberapa kritik utama:

1. Ketergantungan pada Data Bahasa Terbatas

Beberapa kritikus berpendapat bahwa data linguistik yang dijadikan dasar teori ini tidak cukup luas untuk mewakili semua bahasa dunia.

2. Alternatif Non-Bawaan

Ada pendekatan lain seperti connectionism dan usage-based theories yang mengatakan bahwa bahasa dapat dipelajari melalui statistik input tanpa perlu struktur bawaan yang kompleks.

3. Parameter yang Sulit Ditentukan Secara Empiris

Beberapa parameter yang diajukan sangat abstrak dan sulit diidentifikasi dalam data empiris bahasa nyata.

 

Universal Grammar dan Pembelajaran Bahasa Kedua

Teori Universal Grammar juga berimplikasi dalam pembelajaran bahasa kedua (L2). Misalnya:

·         Korelasi antara struktur bahasa pertama (L1) dan kemampuan mempelajari struktur serupa di bahasa kedua.

·         Peran UG dalam memandu transfer atau interference antar bahasa.

Walaupun tidak semua peneliti dalam bidang L2 setuju bahwa UG berperan penuh dalam pembelajaran L2, banyak yang melihat bahwa pengetahuan universal terhadap struktur bahasa membantu pembelajar dalam memahami pola bahasa yang tidak familiar.

 

Neurolinguistik dan Universal Grammar

Studi neurolinguistik modern menggunakan teknologi seperti fMRI dan EEG untuk memetakan area otak yang terlibat dalam pemrosesan struktur bahasa. Penelitian menunjukkan bahwa:

·         Ada area otak tertentu (seperti Broca’s area dan Wernicke’s area) yang aktif saat memproses struktur sintaksis kompleks.

·         Aktivitas otak pada bayi dan anak memperlihatkan sensitivitas terhadap pola bahasa bahkan sebelum mereka bisa berbicara.

Temuan-temuan ini menambah bobot argumen bahwa bahasa bukan sekadar perilaku yang dipelajari, tetapi fungsi kognitif yang terstruktur dalam otak manusia.

Kesimpulan

Universal Grammar merupakan salah satu teori paling fundamental dalam kajian linguistik modern. Teori ini:

·         Menjelaskan bagaimana manusia memiliki kapasitas bawaan untuk bahasa.

·         Membuktikan bahwa struktur bahasa tidak hanya dipelajari melalui lingkungan, tetapi juga dibentuk oleh prinsip-prinsip internal yang universal.

·         Menjadi kerangka kerja untuk memahami bagaimana bahasa diproses, dipelajari oleh anak-anak, dan bahkan dipelajari sebagai bahasa kedua.

Walaupun tidak lepas dari kritik, Universal Grammar tetap menjadi pijakan penting dalam linguistik generatif dan kognitif, serta terus menjadi bidang penelitian yang hidup dan berkembang.

Referensi

Chomsky, N. (1959). A review of B. F. Skinner’s Verbal Behavior. Language, 35(1), 26–58.

Chomsky, N. (1980). Rules and representations. Blackwell.

Kuhl, P. K. (2004). Early language acquisition: Cracking the speech code. Nature Reviews Neuroscience, 5(11), 831–843.


 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Afasia Broca: Ketika Anda Tahu Apa yang Ingin Dikatakan Tapi Tidak Bisa Mengucapkannya

Afasia Broca: Ketika Anda Tahu Apa yang Ingin Dikatakan Tapi Tidak Bisa Mengucapkannya Afasia Broca Afasia Broca adalah salah satu gangg...