Nature vs Nurture: Debat antara Skinner (Perilaku) dan Chomsky (Biologis)
Pendahuluan
Nature vs Nurture: |
Salah satu perdebatan paling berpengaruh dalam sejarah linguistik dan psikologi adalah perdebatan antara pendekatan nature (bawaan biologis) dan nurture (lingkungan/pembelajaran) dalam menjelaskan pemerolehan bahasa manusia. Apakah bahasa diperoleh semata-mata melalui proses belajar dari lingkungan, ataukah manusia memiliki perangkat biologis bawaan yang secara khusus dirancang untuk bahasa?
Perdebatan ini mencapai puncaknya pada pertengahan abad ke-20 melalui dua tokoh besar: B. F. Skinner, pelopor behaviorisme, dan Noam Chomsky, penggagas linguistik generatif. Skinner berargumen bahwa bahasa dipelajari melalui mekanisme stimulus–respon dan penguatan. Sebaliknya, Chomsky menegaskan bahwa bahasa bersifat bawaan secara biologis dan manusia dilengkapi dengan perangkat khusus untuk mempelajari bahasa.
Artikel ini membahas secara komprehensif akar teoretis kedua pendekatan, argumen utama masing-masing tokoh, kritik yang muncul, serta implikasi debat ini terhadap studi linguistik dan pendidikan bahasa.
Skinner dan Pendekatan Behaviorisme (Nurture)
Dasar Teoretis Behaviorisme
Behaviorisme berkembang dalam psikologi awal abad ke-20 sebagai reaksi terhadap pendekatan introspektif yang dianggap tidak ilmiah. Skinner, sebagai tokoh utama behaviorisme radikal, berpendapat bahwa perilaku manusia — termasuk bahasa — dapat dijelaskan melalui prinsip-prinsip pengkondisian operan (operant conditioning) (Skinner, 1957).
Dalam pandangan ini:
· Perilaku dibentuk oleh stimulus dari lingkungan.
· Respon yang diperkuat (diberi reward) akan cenderung diulang.
· Bahasa bukan sistem mental internal, melainkan perilaku verbal yang dipelajari.
Bahasa sebagai Perilaku Verbal
Dalam bukunya Verbal Behavior (1957), Skinner menjelaskan bahwa bahasa berkembang melalui:
1. Imitasi – Anak meniru ujaran orang dewasa.
2. Penguatan (reinforcement) – Ketika ujaran anak benar atau mendekati benar, orang tua memberikan respons positif.
3. Pengulangan dan pembiasaan – Pola bahasa diperkuat melalui latihan berulang.
Contoh sederhana:
Seorang anak mengatakan “ma-ma”. Orang tua tersenyum dan merespons secara
positif. Respon ini memperkuat perilaku verbal tersebut sehingga anak
mengulanginya.
Menurut Skinner, seluruh sistem bahasa — termasuk tata bahasa — dapat dijelaskan melalui rantai perilaku yang diperkuat secara bertahap.
Kekuatan Pendekatan Skinner
Pendekatan ini memiliki beberapa kelebihan:
· Menekankan pentingnya lingkungan sosial.
· Memberikan model yang dapat diuji secara empiris.
· Berpengaruh besar dalam metode pembelajaran bahasa berbasis pengulangan dan latihan (drill).
Namun, pendekatan ini menghadapi kritik serius, terutama dari Chomsky.
Chomsky dan Pendekatan Nativisme (Nature)
Kritik terhadap Skinner
Pada tahun 1959, Chomsky menulis ulasan kritis terhadap buku Verbal Behavior karya Skinner. Dalam kritik tersebut, Chomsky menyatakan bahwa teori behaviorisme tidak mampu menjelaskan kreativitas bahasa manusia (Chomsky, 1959).
Beberapa kritik utama Chomsky:
1.
Bahasa
bersifat kreatif dan produktif
Manusia mampu menghasilkan kalimat yang belum pernah mereka dengar sebelumnya.
2.
Kemiskinan
rangsangan (poverty
of the stimulus)
Input bahasa yang diterima anak terbatas dan sering tidak sempurna, tetapi anak
tetap dapat membentuk tata bahasa kompleks.
3.
Kesalahan
sistematis anak
Anak menghasilkan bentuk seperti “goed” alih-alih “went”. Ini menunjukkan bahwa
mereka membangun aturan, bukan sekadar meniru.
Language Acquisition Device (LAD)
Chomsky mengajukan gagasan bahwa manusia memiliki perangkat bawaan yang disebut Language Acquisition Device (LAD), yaitu mekanisme mental yang memungkinkan anak mempelajari bahasa secara alami (Chomsky, 1965).
Menurut pendekatan ini:
· Bahasa adalah bagian dari struktur biologis manusia.
· Semua bahasa memiliki prinsip universal yang sama (Universal Grammar).
· Otak manusia secara genetik diprogram untuk mengenali struktur bahasa.
Universal Grammar
Chomsky juga mengembangkan konsep Universal Grammar (UG), yakni seperangkat prinsip dasar yang berlaku pada semua bahasa manusia. Perbedaan antarbahasa hanya terletak pada parameter tertentu.
Pendekatan ini memandang bahasa sebagai sistem kognitif yang kompleks dan unik pada manusia.
Perbandingan Konseptual: Skinner vs Chomsky
|
Aspek |
Skinner (Nurture) |
Chomsky (Nature) |
|
Dasar Teoretis |
Behaviorisme |
Nativisme |
|
Peran Lingkungan |
Dominan |
Penting tetapi bukan utama |
|
Peran Biologi |
Minimal |
Sentral |
|
Mekanisme Belajar |
Penguatan dan imitasi |
Perangkat bawaan (LAD) |
|
Kreativitas Bahasa |
Hasil pembiasaan |
Bukti struktur mental internal |
Perbedaan ini bukan sekadar perbedaan metode, tetapi perbedaan paradigma tentang hakikat manusia dan bahasa.
Dampak Debat terhadap Linguistik dan Psikologi
1. Revolusi Kognitif
Kritik Chomsky terhadap behaviorisme dianggap sebagai salah satu pemicu revolusi kognitif dalam psikologi. Fokus penelitian bergeser dari perilaku yang dapat diamati ke proses mental internal.
2. Perkembangan Linguistik Generatif
Teori Chomsky melahirkan tradisi linguistik generatif yang menekankan analisis struktur sintaksis dan representasi mental bahasa.
3. Implikasi dalam Pendidikan Bahasa
Pendekatan behavioris memengaruhi metode pembelajaran berbasis latihan dan pengulangan (misalnya metode audiolingual).
Sebaliknya, pendekatan nativis mendorong pemahaman bahwa anak secara alami siap untuk bahasa dan membutuhkan input bermakna, bukan sekadar pengulangan mekanis.
Kritik terhadap Kedua Pendekatan
Meskipun berpengaruh, kedua teori ini tidak lepas dari kritik.
Kritik terhadap Skinner
· Tidak mampu menjelaskan kreativitas bahasa.
· Mengabaikan struktur internal tata bahasa.
· Tidak cukup menjelaskan pemerolehan cepat pada anak.
Kritik terhadap Chomsky
· Konsep LAD sulit diuji secara langsung.
· Universal Grammar dianggap terlalu abstrak.
· Kurang memperhatikan variasi sosial dan budaya.
Pendekatan Interaksionis: Jalan Tengah?
Sebagai respons terhadap dikotomi nature vs nurture, muncul pendekatan interaksionis yang menekankan bahwa pemerolehan bahasa merupakan hasil interaksi antara faktor biologis dan lingkungan sosial (Bruner, 1983).
Pendekatan ini mengakui:
· Ada kapasitas biologis bawaan.
· Lingkungan sosial menyediakan konteks dan input.
· Interaksi orang tua–anak berperan besar.
Dengan demikian, perdebatan nature vs nurture tidak lagi dipandang sebagai pilihan “salah satu”, melainkan sebagai spektrum yang saling melengkapi.
Perspektif Modern dalam Ilmu Bahasa
Penelitian neurolinguistik menunjukkan bahwa:
· Otak memiliki area khusus untuk bahasa.
· Paparan lingkungan memengaruhi perkembangan jaringan neural.
· Pembelajaran bahasa melibatkan interaksi kompleks antara gen dan pengalaman.
Pendekatan kontemporer dalam linguistik dan psikologi perkembangan cenderung melihat bahasa sebagai hasil koordinasi antara predisposisi biologis dan pengalaman sosial.
Kesimpulan
Perdebatan antara Skinner dan Chomsky mengenai nature vs nurture dalam pemerolehan bahasa merupakan salah satu momen paling penting dalam sejarah linguistik modern.
Skinner menekankan bahwa bahasa adalah perilaku yang dipelajari melalui penguatan lingkungan. Chomsky, sebaliknya, berargumen bahwa bahasa adalah kapasitas bawaan biologis yang unik pada manusia.
Walaupun kedua pendekatan memiliki kekuatan dan kelemahan masing-masing, perkembangan ilmu pengetahuan menunjukkan bahwa pemerolehan bahasa kemungkinan besar merupakan hasil interaksi antara faktor biologis dan lingkungan.
Dengan memahami debat ini, kita tidak hanya memahami teori bahasa, tetapi juga memperoleh wawasan lebih dalam tentang hakikat manusia sebagai makhluk berbahasa.
Referensi
Bruner, J. (1983). Child’s talk: Learning to use language. Oxford University Press.
Chomsky, N. (1959). Review of B. F. Skinner’s Verbal behavior. Language, 35(1), 26–58.
Chomsky, N. (1965). Aspects of the theory of syntax. MIT Press.
Skinner, B. F. (1957). Verbal behavior. Appleton-Century-Crofts.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar