Seni Berbicara: Panduan Praktis untuk Pelajar dan Pemula Menjadi
Komunikator yang Percaya Diri
BAGIAN VI: BERBICARA DALAM BERBAGAI SITUASI
Bab 26. Berbicara dalam Wawancara
Pendahuluan: Wawancara sebagai Percakapan Strategis
Wawancara adalah salah satu momen krusial dalam perjalanan
akademik dan profesional seorang pelajar. Baik untuk keperluan beasiswa,
magang, pekerjaan, maupun proyek penelitian, kemampuan berbicara dalam
wawancara sering menjadi penentu utama keberhasilan. Bagi banyak pelajar dan
pemula, wawancara terasa menegangkan karena sifatnya yang formal dan penuh
penilaian.
Namun, wawancara bukan sekadar sesi tanya-jawab. Sebagaimana
diungkapkan oleh Lutfi Anggriawan, alumni FEB UGM yang kini menjabat sebagai
Branch Office Head di BRI, wawancara adalah tentang "bagaimana seseorang
menunjukkan siapa dirinya, cara berpikirnya, dan bagaimana membawa nilai-nilai
pribadinya ke dalam dunia profesional" . Dengan kata lain, wawancara
adalah kesempatan untuk bercerita tentang diri Anda secara strategis. Bab ini
akan membahas dua aspek penting: persiapan wawancara yang
matang dan teknik menjawab pertanyaan dengan efektif.
A. Persiapan: Fondasi Kepercayaan Diri
Kunci utama menghadapi wawancara bukanlah keberanian instan,
melainkan persiapan yang mendalam. Seperti yang ditegaskan dalam berbagai
panduan persiapan wawancara, "kesiapan wawancara bukan hasil dari hafalan,
melainkan dari proses refleksi dan persiapan mendalam yang mencakup pengetahuan
tentang diri sendiri dan perusahaan yang dituju" . Berikut adalah
langkah-langkah persiapan yang perlu Anda lakukan.
1. Riset Mendalam tentang Diri Sendiri
Langkah pertama adalah memahami diri Anda sendiri.
Pewawancara ingin mengenal siapa Anda, apa yang Anda kuasai, dan apa yang
membuat Anda unik. Untuk itu, lakukan hal-hal berikut:
- Tinjau
Kembali Pengalaman: Catat semua pengalaman akademik, organisasi,
kegiatan sosial, atau proyek yang pernah Anda ikuti. Setiap pengalaman
dapat menjadi bukti kompetensi Anda .
- Identifikasi
Kekuatan dan Kelemahan: Jujurlah tentang kelebihan dan kekurangan
Anda, tetapi fokus pada bagaimana Anda terus berusaha memperbaiki
kekurangan tersebut .
- Rumuskan
"Cerita Diri" (Personal Narrative): Susun narasi
tentang perjalanan Anda hingga saat ini—apa yang memotivasi Anda,
nilai-nilai apa yang Anda pegang, dan ke mana arah tujuan Anda. Cerita ini
akan menjadi benang merah dalam semua jawaban Anda.
2. Riset Mendalam tentang Perusahaan/Lembaga
Setelah mengenali diri sendiri, langkah selanjutnya adalah
memahami pihak yang akan mewawancarai Anda.
- Pelajari
Visi dan Misi: Luangkan waktu untuk mempelajari visi, misi, dan
nilai-nilai organisasi atau lembaga yang Anda tuju . Ini akan
membantu Anda menyesuaikan jawaban agar selaras dengan budaya mereka.
- Pahami
Posisi yang Dilamar: Baca deskripsi posisi atau program dengan
cermat. Pahami tanggung jawab, kualifikasi, dan kompetensi yang
dibutuhkan . Bandingkan dengan kemampuan Anda; di sinilah Anda bisa
mulai menyusun "cerocokan" antara diri Anda dan kebutuhan
mereka.
- Kumpulkan
Informasi Tambahan: Baca berita, artikel, atau media sosial
tentang organisasi tersebut. Pemahaman kontekstual ini akan terlihat dalam
jawaban Anda dan menunjukkan ketertarikan yang tulus .
3. Latihan Simulasi Wawancara
Persiapan tanpa latihan ibarat belajar teori tanpa praktik.
Ada beberapa cara untuk berlatih:
- Berlatih
di Depan Cermin: Latihan sederhana ini membantu Anda
memperhatikan ekspresi wajah, intonasi suara, dan bahasa tubuh agar
terlihat natural dan meyakinkan .
- Simulasi
dengan Teman atau Keluarga: Minta bantuan orang terdekat untuk
berperan sebagai pewawancara. Semakin serius simulasinya, semakin siap
Anda .
- Gunakan
Platform Latihan Online: Beberapa universitas menyediakan akses
ke platform latihan wawancara seperti Graduates First yang memungkinkan
Anda berlatih menjawab pertanyaan berbasis kompetensi, kekuatan, hingga
wawasan bisnis .
- Ikuti
Mock Interview: Banyak kampus atau lembaga menyelenggarakan
simulasi wawancara (mock interview). Ini adalah kesempatan emas untuk
mendapatkan umpan balik langsung dari para ahli .
B. Menjawab Pertanyaan dengan Efektif: Seni Berkomunikasi Strategis
Setelah persiapan matang, saatnya menghadapi sesi
tanya-jawab. Berikut adalah teknik-teknik penting untuk menjawab pertanyaan
dengan efektif.
1. Kuasai Metode STAR
Metode STAR (Situation, Task, Action, Result) adalah
teknik yang paling direkomendasikan untuk menjawab pertanyaan berbasis
pengalaman atau kompetensi . Metode ini membantu Anda menyusun jawaban
secara terstruktur, sistematis, dan fokus pada hal yang dinilai
pewawancara .
- Situation
(Situasi): Jelaskan konteks atau latar belakang situasi yang Anda
hadapi.
- Task
(Tugas): Uraikan tanggung jawab atau tugas yang harus Anda
selesaikan dalam situasi tersebut.
- Action
(Tindakan): Ceritakan langkah-langkah konkret yang Anda ambil
untuk menyelesaikan tugas. Inilah bagian terpenting—pewawancara ingin
melihat bagaimana Anda berpikir dan bertindak.
- Result
(Hasil): Sampaikan hasil dari tindakan Anda, termasuk dampak
positif dan pelajaran yang Anda peroleh. Jika memungkinkan, kuantifikasi
hasilnya.
2. Jawab Pertanyaan dengan Jelas dan Ringkas
Kejelasan dan keringkasan adalah kunci. Hindari jawaban yang
bertele-tele atau terlalu panjang. "Answer questions with concise and
clear language, avoiding excessive jargon" . Gunakan kalimat
sederhana, bicara dengan jelas, dan fokus pada poin-poin penting .
3. Bangun Koneksi dan Tunjukkan Empati
Wawancara bukanlah interogasi, melainkan percakapan dua
arah. Tunjukkan empati dan kemampuan mendengarkan aktif. Seperti yang disoroti
dalam pelatihan soft skills, "empati dan mendengarkan aktif" adalah
aspek penting yang dinilai pewawancara . Berinteraksilah secara aktif
dengan pewawancara—tanggapi dengan antusias, ajukan pertanyaan balik, dan
tunjukkan bahwa Anda benar-benar tertarik.
4. Berikan Contoh Konkret, Bukan Klaim Kosong
Salah satu kesalahan umum dalam wawancara adalah memberikan
jawaban yang terlalu umum atau klaim tanpa bukti. Misalnya, daripada mengatakan
"Saya adalah pekerja keras," lebih baik berikan contoh konkret:
"Ketika saya mengerjakan proyek akhir semester, saya bekerja hingga larut
malam untuk menyelesaikan analisis data, dan hasilnya kami mendapatkan nilai
A." Seperti yang ditekankan oleh University of Exeter, "Selalu coba
berikan contoh, bahkan ketika pertanyaan tidak secara jelas meminta
satu" .
5. Antisipasi Pertanyaan Klasik
Beberapa pertanyaan hampir selalu muncul dalam wawancara.
Persiapkan jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan berikut :
- "Tell
me about yourself" (Ceritakan tentang diri Anda): Siapkan
perkenalan diri singkat yang mencakup latar belakang pendidikan,
pengalaman, dan nilai-nilai Anda.
- "What
are your strengths and weaknesses?" (Apa kelebihan dan kekurangan
Anda?): Jujur tentang kelemahan, tetapi tunjukkan upaya Anda
untuk memperbaikinya.
- "Why
should we hire you?" (Mengapa kami harus memilih Anda?): Tunjukkan
kesesuaian antara kompetensi Anda dan kebutuhan posisi yang dilamar.
- "Why
are you interested in this position/organization?" (Mengapa Anda
tertarik pada posisi/organisasi ini?): Tunjukkan hasil riset Anda
tentang organisasi dan bagaimana Anda melihat diri Anda berkontribusi.
6. Tunjukkan Sikap dan Bahasa Tubuh Positif
Pewawancara tidak hanya menilai apa yang Anda katakan,
tetapi juga bagaimana Anda menyampaikannya. Perhatikan hal-hal berikut:
- Kontak
Mata: Jaga kontak mata untuk menunjukkan kepercayaan diri dan
ketertarikan.
- Postur
Tubuh: Duduk dengan tegak, tetapi tidak kaku. Tunjukkan bahasa
tubuh yang terbuka.
- Senyum
dan Antusiasme: Senyum dan nada suara yang antusias menciptakan
kesan positif.
Ilustrasi: Penerapan Metode STAR
Bayangkan Anda sedang diwawancara untuk program magang di
sebuah perusahaan teknologi. Pewawancara bertanya: "Ceritakan tantangan
terbesar yang pernah Anda hadapi dalam mengerjakan tugas kelompok dan bagaimana
Anda menyelesaikannya."
Jawaban Tanpa STAR (Kurang Efektif):
"Saya pernah mengerjakan tugas kelompok dan ada anggota
yang tidak berkontribusi. Jadi saya ambil alih semua pekerjaan dan akhirnya
kami selesai tepat waktu."
Jawaban dengan STAR (Efektif):
- Situation: "Pada
semester lalu, saya mengerjakan proyek penelitian kelompok untuk mata
kuliah Metodologi Penelitian. Tim saya terdiri dari empat orang, namun
satu anggota kami mengalami masalah pribadi dan tidak dapat berkontribusi
secara maksimal."
- Task: "Tugas
saya sebagai ketua kelompok adalah memastikan semua bagian proyek selesai
tepat waktu. Saya harus menemukan cara agar tim tetap produktif meskipun
ada satu anggota yang tidak bisa bekerja penuh."
- Action: "Saya
mengadakan pertemuan darurat untuk mendiskusikan situasi. Saya mengatur
ulang pembagian tugas agar beban kerja lebih merata. Saya juga membagi
pekerjaan anggota yang bermasalah ke tiga orang lainnya, tetapi saya
mengambil porsi terbesar. Saya membuat jadwal harian dan mengadakan
check-in singkat setiap pagi untuk memantau kemajuan."
- Result: "Hasilnya,
proyek kami selesai tepat waktu dan mendapat nilai A. Anggota tim yang
bermasalah juga sangat berterima kasih karena kami tidak menyalahkannya
dan tetap mendukungnya. Dari pengalaman ini, saya belajar pentingnya
komunikasi yang jelas dan fleksibilitas dalam kepemimpinan."
Etika Wawancara: Hal-hal yang Perlu Diperhatikan
Selain konten jawaban, etika juga sangat penting. Beberapa
hal yang perlu diperhatikan :
- Hindari
Sikap Arogan: Tunjukkan kelebihan dengan santun, jangan sampai
terlihat terlalu percaya diri atau arogan .
- Pahami
Visi Lembaga: Kaitkan jawaban Anda dengan visi dan misi lembaga
untuk menunjukkan keselarasan nilai .
- Bahasa
Tubuh yang Sopan: Tunjukkan kesopanan melalui ketepatan waktu,
sikap hormat, dan penampilan profesional .
Penutup
Berbicara dalam wawancara adalah keterampilan yang dapat
dipelajari dan diasah. Dengan persiapan yang matang—mulai dari riset diri dan
organisasi, latihan simulasi, hingga penguasaan teknik menjawab seperti
STAR—Anda dapat menghadapi wawancara dengan percaya diri. Ingatlah bahwa
wawancara bukan sekadar ujian, melainkan kesempatan untuk bercerita dan
menunjukkan siapa diri Anda. Seperti yang diungkapkan dalam berbagai pelatihan
keterampilan komunikasi, "keberanian dan konsistensi adalah kunci
utama" . Teruslah berlatih, karena setiap pengalaman wawancara—baik
berhasil maupun tidak—adalah pelajaran berharga untuk pertumbuhan Anda.
Daftar Pustaka
American Psychological Association. (2021). Interviews
and negotiation. https://www.apa.org/education-career/job-search/interview-negotiate
Career Development Centre, University of Macau.
(2025). Career Insider (5): Interview preparation for fresh graduates:
A quick start guide. https://e-bulletin.um.edu.mo/notice/415566/
Career Zone, University of Exeter. (2025). Interviews. https://www.exeter.ac.uk/students/careers/research/act/interviews/
CDA IPB University. (2025). English sharing session:
How to pitch yourself 101 & mastering English job interviews. https://cda.ipb.ac.id/Home/DetailArtikel/1070
HIMA LINGUA FIB UNAIR. (2025). Mahasiswa linguistik
UNAIR kupas strategi sukses tembus beasiswa LPDP. Alumni Universitas
Airlangga. https://alumni.unair.ac.id/articles/a02a323c-8dfc-475c-bbc5-d6f21467b1ce
Lutfi Anggriawan. (2025). Alumni FEB UGM bagikan
tips sukses wawancara kerja bagi mahasiswa. Fakultas Ekonomika dan Bisnis
Universitas Gadjah Mada. https://feb.ugm.ac.id/id/berita/17917-alumni-feb-ugm-bagian-tips-sukses-wawancara-kerja-bagi-mahasiswa
Permana, W. B., & Suharto, A. W. B. (2024). Melatih
keterampilan komunikasi siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia materi
wawancara kelas 3 MIN 1 Banyumas. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 6(3).
SMK Letris Indonesia. (2025). Pelatihan public
speaking intensif untuk meningkatkan keterampilan komunikasi siswa SMK.
Garuda Kemdiktisaintek. https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/documents/detail/5280698