BAGIAN II: CABANG-CABANG LINGUISTIK
Bab 7: Pragmatik
Implikatur dalam Bahasa
Dalam komunikasi sehari-hari, manusia sering kali tidak
menyampaikan makna secara langsung. Banyak ujaran yang mengandung makna
tersembunyi yang hanya dapat dipahami jika pendengar memperhatikan konteks,
situasi, dan maksud penutur. Fenomena ini dikenal sebagai implikatur dalam kajian pragmatik.
Sebagai contoh, ketika seseorang berkata, “Sepertinya
lampunya masih menyala,” dalam situasi tertentu, maksud sebenarnya bukan
sekadar memberi informasi, tetapi meminta orang lain untuk mematikan lampu.
Makna seperti ini tidak dinyatakan secara eksplisit, melainkan tersirat. Oleh
karena itu, pemahaman terhadap implikatur sangat penting untuk menghindari
kesalahpahaman dalam komunikasi.
Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang
implikatur, mulai dari pengertian, jenis-jenis, prinsip yang mendasari, contoh
penggunaan, hingga perannya dalam kehidupan sehari-hari.
![]() |
Dapatkan buku LINGUISTIK UMUM untuk materi lebih dalam |
Pengertian Implikatur
Implikatur adalah makna tambahan atau makna tersirat yang
tidak dinyatakan secara langsung dalam suatu ujaran, tetapi dapat dipahami oleh
pendengar berdasarkan konteks dan pengetahuan bersama.
Dengan kata lain, implikatur adalah:
“Apa yang dimaksud oleh penutur, tetapi tidak diucapkan
secara eksplisit.”
Implikatur berbeda dari
makna literal (semantik) karena bergantung pada konteks dan interpretasi.
Konsep Dasar Implikatur
Implikatur muncul karena
penutur dan pendengar berbagi pemahaman tentang bagaimana komunikasi biasanya
berlangsung. Dalam interaksi, penutur sering mengandalkan kemampuan pendengar
untuk “membaca antara baris” atau menangkap maksud tersembunyi.
Hal ini menunjukkan bahwa
komunikasi tidak hanya bersifat eksplisit, tetapi juga implisit.
Jenis-jenis Implikatur
Implikatur dapat dibedakan menjadi dua jenis utama, yaitu
implikatur konvensional dan implikatur percakapan.
1. Implikatur Konvensional
Implikatur konvensional adalah makna tersirat yang melekat
pada kata atau ungkapan tertentu secara tetap, terlepas dari konteks.
Contoh:
- “Dia pintar, tetapi malas.”
Kata tetapi mengandung implikatur adanya pertentangan
antara dua informasi.
Makna tersirat:
- Kepintaran tidak sejalan
dengan sifat malas.
Implikatur ini tetap ada meskipun konteks berubah.
2. Implikatur Percakapan
Implikatur percakapan adalah makna tersirat yang muncul
dalam konteks percakapan tertentu.
Implikatur ini sangat
bergantung pada situasi, hubungan penutur-pendengar, dan prinsip komunikasi.
Contoh:
- A: “Apakah kamu sudah mengerjakan tugas?”
- B: “Saya tadi sibuk sekali.”
Makna tersirat:
- B belum mengerjakan tugas.
Prinsip Kerja Sama dalam Implikatur
Implikatur percakapan sangat berkaitan dengan prinsip kerja
sama (Cooperative Principle) dalam komunikasi. Prinsip ini menyatakan bahwa penutur dan
pendengar bekerja sama untuk mencapai komunikasi yang efektif.
Prinsip ini terdiri dari empat maksim:
1. Maksim Kuantitas
Berikan informasi
secukupnya, tidak kurang dan tidak berlebihan.
Contoh pelanggaran:
- A: “Di mana kamu tinggal?”
- B: “Di bumi.”
Implikatur:
- Jawaban tidak informatif.
2. Maksim Kualitas
Berikan informasi yang
benar dan dapat dipercaya.
Contoh:
- “Saya melihat dia tadi pagi.”
3. Maksim Relevansi
Berikan informasi yang
relevan dengan topik pembicaraan.
Contoh:
- A: “Apakah kamu lapar?”
- B: “Saya belum makan.”
Implikatur:
- B lapar.
4. Maksim Cara
Sampaikan informasi dengan
jelas, tidak berbelit-belit.
Pelanggaran Maksim dan Implikatur
Menariknya, implikatur sering muncul ketika penutur melanggar atau menyimpang dari maksim tersebut.
Contoh:
- A: “Bagaimana masakan saya?”
- B: “Garamnya cukup.”
Implikatur:
- Masakan kurang enak secara keseluruhan.
Di sini, B tidak menjawab secara langsung, tetapi
memberikan petunjuk melalui implikatur.
Contoh Implikatur dalam Kehidupan Sehari-hari
1. Dalam Percakapan
Ujaran:
- “Wah, sudah jam 10 malam.”
Implikatur:
- Saatnya pulang.
2. Dalam Lingkungan Keluarga
Ujaran:
- “Kamar ini berantakan sekali.”
Implikatur:
- Minta seseorang untuk merapikan kamar.
3. Dalam Dunia Kerja
Ujaran:
- “Laporan ini menarik, tapi
masih bisa diperbaiki.”
Implikatur:
- Laporan belum memuaskan.
4. Dalam Media Sosial
Ujaran:
- “Ada yang rajin banget upload hari ini.”
Implikatur:
- Bisa berupa sindiran atau
pujian, tergantung konteks.
Fungsi Implikatur
Implikatur memiliki berbagai fungsi dalam komunikasi,
antara lain:
1. Menghemat Bahasa
Penutur tidak perlu menyampaikan semua hal secara
eksplisit.
2. Menjaga Kesantunan
Makna disampaikan secara
halus tanpa menyinggung.
Contoh:
- “Mungkin bisa diperbaiki sedikit.”
→ lebih sopan daripada kritik langsung
3. Memberikan Efek Retoris
Digunakan dalam humor, sindiran, atau sastra.
4. Menyesuaikan Konteks Sosial
Memungkinkan komunikasi yang fleksibel sesuai situasi.
Perbedaan Implikatur dan
Makna Literal
|
Aspek |
Makna Literal |
Implikatur |
|
Sifat |
Langsung |
Tidak langsung |
|
Ketergantungan |
Bahasa |
Konteks |
|
Contoh |
“Saya lapar” |
Ajakan makan |
Implikatur dan Ambiguitas
Implikatur berbeda dari
ambiguitas. Ambiguitas terjadi karena makna ganda dalam bahasa, sedangkan
implikatur adalah makna tambahan yang disengaja oleh penutur.
Namun, keduanya dapat saling berkaitan dalam praktik
komunikasi.
Tantangan dalam Memahami Implikatur
Beberapa tantangan dalam memahami implikatur antara lain:
- Perbedaan budaya
- Kurangnya konteks
- Perbedaan latar belakang pengetahuan
- Interpretasi yang berbeda
Hal ini menunjukkan bahwa memahami implikatur membutuhkan
kepekaan pragmatik.
Implikatur dalam Berbagai Bidang
1. Pendidikan
Membantu siswa memahami makna tersirat dalam teks.
2. Komunikasi Profesional
Menghindari kesalahpahaman
dalam dunia kerja.
3. Teknologi Bahasa
Menjadi tantangan dalam
pengembangan AI dan chatbot.
4. Sastra
Digunakan untuk menciptakan makna mendalam.
Pentingnya Memahami Implikatur
Pemahaman implikatur sangat penting karena:
- Meningkatkan kemampuan komunikasi
- Menghindari salah tafsir
- Membantu memahami maksud sebenarnya
- Meningkatkan kepekaan terhadap konteks
Penutup
Implikatur merupakan salah satu konsep penting dalam
pragmatik yang menunjukkan bahwa makna bahasa tidak selalu dinyatakan secara
langsung. Banyak makna yang bersifat tersirat dan hanya dapat dipahami melalui
konteks serta prinsip kerja sama dalam komunikasi.
Dengan memahami implikatur, kita dapat menangkap maksud
tersembunyi dalam ujaran, sehingga komunikasi menjadi lebih efektif dan
bermakna. Implikatur juga menunjukkan bahwa bahasa adalah alat yang fleksibel
dan kaya, yang tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga mencerminkan
hubungan sosial, budaya, dan konteks situasi.
Dalam linguistik umum, kajian implikatur menjadi bagian
penting dalam memahami bagaimana manusia menggunakan bahasa secara nyata dalam
kehidupan sehari-hari.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar