BAB 8: PRESUPOSISI
(Makna yang Sudah “Dianggap Tahu” dalam Percakapan)
Pernah nggak
kamu mendengar kalimat seperti ini:
“Kamu sudah
berhenti merokok?”
Sekilas
biasa saja, ya. Tapi kalau dipikir-pikir… kalimat ini sebenarnya mengandung
asumsi tersembunyi. Seolah-olah orang yang ditanya pernah merokok
sebelumnya.
Nah, di
situlah kita masuk ke dunia presuposisi dalam pragmatik.
Presuposisi
adalah salah satu konsep penting yang menunjukkan bahwa dalam komunikasi, kita
sering “menganggap sesuatu sudah diketahui bersama”, padahal belum tentu benar π
![]() |
Buku PRAGMATIK |
8.1 Pengertian
Presuposisi
Secara
sederhana, presuposisi adalah:
π anggapan atau asumsi yang sudah dianggap
benar sebelum suatu ujaran disampaikan
Artinya,
ketika seseorang berbicara, ada informasi yang:
- tidak diucapkan secara langsung
- tetapi
diasumsikan sudah diketahui atau diterima
Contoh
Sederhana
Kalimat:
“Adik saya sudah lulus kuliah.”
Presuposisi:
π Penutur punya adik
Kalimat:
“Dia
berhenti bekerja di kantor itu.”
Presuposisi:
π Dia pernah bekerja di kantor itu
sebelumnya
Kenapa Presuposisi Penting?
Karena dalam
komunikasi sehari-hari, kita:
- tidak
selalu menjelaskan semuanya dari nol
- sering “memotong jalan” dengan
asumsi tertentu
- mengandalkan pengetahuan
bersama (shared knowledge)
Tanpa
presuposisi, percakapan akan jadi panjang dan tidak efisien π
8.2 Jenis Presuposisi
Dalam kajian
pragmatik, presuposisi dibagi ke dalam beberapa jenis. Kita bahas satu per satu
dengan contoh yang mudah dipahami π
1. Presuposisi Eksistensial
π Mengasumsikan keberadaan sesuatu
Contoh:
“Mobilnya
Andi rusak.”
Presuposisi:
π Andi memiliki mobil
π Biasanya ditandai dengan:
- kata kepemilikan (punya, milik)
- nama orang + benda
2.
Presuposisi Faktif
π Mengasumsikan sesuatu itu benar
(fakta)
Contoh:
“Saya
menyesal telah datang terlambat.”
Presuposisi:
π Saya benar-benar datang
terlambat
π Kata-kata yang sering
muncul:
- menyesal
- sadar
- tahu
3.
Presuposisi Non-Faktif
π Mengasumsikan sesuatu yang
belum tentu benar
Contoh:
“Saya bermimpi menjadi presiden.”
Presuposisi:
π Saya belum menjadi presiden
π Biasanya muncul dalam:
- mimpi
- harapan
- imajinasi
4.
Presuposisi Leksikal
π Dipicu oleh kata tertentu
Contoh:
“Dia berhenti merokok.”
Presuposisi:
π Dia pernah merokok sebelumnya
π Kata pemicu:
- berhenti
- mulai
- kembali
5.
Presuposisi Struktural
π Muncul dari struktur
kalimat
Contoh:
“Kapan kamu
mulai belajar bahasa Inggris?”
Presuposisi:
π Kamu sudah belajar bahasa
Inggris
π Biasanya muncul dalam:
- kalimat tanya
- struktur tertentu
6.
Presuposisi Kontrafaktual
π Mengasumsikan sesuatu yang
bertentangan dengan kenyataan
Contoh:
“Seandainya saya kaya, saya akan
keliling dunia.”
Presuposisi:
π Saya tidak kaya sekarang
8.3 Fungsi Presuposisi
dalam Komunikasi
Presuposisi
bukan sekadar teori. Dalam kehidupan nyata, ia punya banyak fungsi penting π
1. Membuat Komunikasi Lebih Efisien
Bayangkan
kalau kita harus menjelaskan semua hal dari awal π
Contoh tanpa
presuposisi:
“Saya punya
seorang adik. Adik saya kuliah. Adik saya sudah
lulus.”
Dengan
presuposisi:
“Adik saya
sudah lulus kuliah.”
π Lebih singkat, tapi tetap
dipahami.
2. Menghindari Pengulangan Informasi
Presuposisi
membantu kita:
- tidak mengulang hal yang sudah
diketahui
- menjaga percakapan tetap
ringkas
3.
Menyampaikan Makna Secara Halus
Presuposisi sering digunakan untuk:
- menyindir
- menyampaikan kritik secara
tidak langsung
- menjaga kesopanan
Contoh:
“Kamu sudah
mulai rajin sekarang ya?”
π Bisa mengandung makna: dulu kamu
tidak rajin π
4. Mengarahkan Persepsi Lawan Bicara
Presuposisi
bisa “menggiring” cara berpikir orang lain.
Contoh:
“Kenapa kamu
selalu terlambat?”
Presuposisi:
π Kamu memang sering terlambat
π Tanpa disadari, lawan bicara bisa
menerima asumsi itu.
5. Digunakan dalam Media dan Politik
Dalam dunia
media dan politik, presuposisi sering dipakai untuk:
- membentuk opini
- memengaruhi audiens
- menyisipkan pesan tertentu
Contoh:
“Kapan pemerintah akan mulai serius menangani
masalah ini?”
π Presuposisi: pemerintah belum
serius
6.
Memperkuat Implikatur
Presuposisi
sering bekerja bersama dengan implikatur percakapan.
Konsep implikatur ini banyak dibahas
oleh tokoh penting:
π Paul Grice
π Bedanya:
- Presuposisi = asumsi awal
- Implikatur = makna tambahan
dari konteks
Presuposisi dalam Kehidupan Sehari-hari
Tanpa kita
sadari, kita menggunakan presuposisi setiap hari:
- saat berbicara dengan teman
- saat mengajar di kelas
- saat membuat konten media
sosial
- bahkan saat bercanda π
Contoh:
“Masih sering begadang?”
π Presuposisi: orang
tersebut memang sering begadang
Tantangan dalam Memahami Presuposisi
Meskipun
terlihat sederhana, presuposisi bisa menimbulkan masalah jika:
- asumsi tidak benar
- lawan
bicara tidak memiliki pengetahuan yang sama
- terjadi perbedaan budaya
Contoh:
π Dalam komunikasi lintas budaya, sesuatu yang dianggap “sudah
diketahui” bisa jadi tidak dipahami oleh orang lain.
Penutup
Presuposisi menunjukkan bahwa
komunikasi manusia tidak hanya tentang kata-kata yang diucapkan, tetapi juga
tentang apa yang diasumsikan.
Dengan
memahami presuposisi, kita bisa:
- lebih peka dalam memahami makna
tersembunyi
- lebih hati-hati dalam berbicara
- lebih kritis dalam menerima
informasi
Dalam dunia pragmatik, presuposisi
adalah bukti bahwa:
π tidak semua makna ada di permukaan
Kadang, justru yang paling penting…
π adalah apa yang “tidak dikatakan”, tapi dianggap sudah diketahui
bersama.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar