Kamis, 02 April 2026

PRESUPOSISI

 

BAB 8: PRESUPOSISI

(Makna yang Sudah “Dianggap Tahu” dalam Percakapan)

Pernah nggak kamu mendengar kalimat seperti ini:

“Kamu sudah berhenti merokok?”

Sekilas biasa saja, ya. Tapi kalau dipikir-pikir… kalimat ini sebenarnya mengandung asumsi tersembunyi. Seolah-olah orang yang ditanya pernah merokok sebelumnya.

Nah, di situlah kita masuk ke dunia presuposisi dalam pragmatik.

Presuposisi adalah salah satu konsep penting yang menunjukkan bahwa dalam komunikasi, kita sering “menganggap sesuatu sudah diketahui bersama”, padahal belum tentu benar πŸ˜„

 

Buku  PRAGMATIK


8.1 Pengertian Presuposisi

Secara sederhana, presuposisi adalah:
πŸ‘‰ anggapan atau asumsi yang sudah dianggap benar sebelum suatu ujaran disampaikan

Artinya, ketika seseorang berbicara, ada informasi yang:

  • tidak diucapkan secara langsung
  • tetapi diasumsikan sudah diketahui atau diterima

 

Contoh Sederhana

Kalimat:

“Adik saya sudah lulus kuliah.”

Presuposisi:
πŸ‘‰ Penutur punya adik

Kalimat:

“Dia berhenti bekerja di kantor itu.”

Presuposisi:
πŸ‘‰ Dia pernah bekerja di kantor itu sebelumnya

 

Kenapa Presuposisi Penting?

Karena dalam komunikasi sehari-hari, kita:

  • tidak selalu menjelaskan semuanya dari nol
  • sering “memotong jalan” dengan asumsi tertentu
  • mengandalkan pengetahuan bersama (shared knowledge)

Tanpa presuposisi, percakapan akan jadi panjang dan tidak efisien πŸ˜…

 

8.2 Jenis Presuposisi

Dalam kajian pragmatik, presuposisi dibagi ke dalam beberapa jenis. Kita bahas satu per satu dengan contoh yang mudah dipahami πŸ‘‡

 

1. Presuposisi Eksistensial

πŸ‘‰ Mengasumsikan keberadaan sesuatu

Contoh:

“Mobilnya Andi rusak.”

Presuposisi:
πŸ‘‰ Andi memiliki mobil

πŸ‘‰ Biasanya ditandai dengan:

  • kata kepemilikan (punya, milik)
  • nama orang + benda

 

2. Presuposisi Faktif

πŸ‘‰ Mengasumsikan sesuatu itu benar (fakta)

Contoh:

“Saya menyesal telah datang terlambat.”

Presuposisi:
πŸ‘‰ Saya benar-benar datang terlambat

πŸ‘‰ Kata-kata yang sering muncul:

  • menyesal
  • sadar
  • tahu

 

3. Presuposisi Non-Faktif

πŸ‘‰ Mengasumsikan sesuatu yang belum tentu benar

Contoh:

“Saya bermimpi menjadi presiden.”

Presuposisi:
πŸ‘‰ Saya belum menjadi presiden

πŸ‘‰ Biasanya muncul dalam:

  • mimpi
  • harapan
  • imajinasi

 

4. Presuposisi Leksikal

πŸ‘‰ Dipicu oleh kata tertentu

Contoh:

“Dia berhenti merokok.”

Presuposisi:
πŸ‘‰ Dia pernah merokok sebelumnya

πŸ‘‰ Kata pemicu:

  • berhenti
  • mulai
  • kembali

 

5. Presuposisi Struktural

πŸ‘‰ Muncul dari struktur kalimat

Contoh:

“Kapan kamu mulai belajar bahasa Inggris?”

Presuposisi:
πŸ‘‰ Kamu sudah belajar bahasa Inggris

πŸ‘‰ Biasanya muncul dalam:

  • kalimat tanya
  • struktur tertentu

 

6. Presuposisi Kontrafaktual

πŸ‘‰ Mengasumsikan sesuatu yang bertentangan dengan kenyataan

Contoh:

“Seandainya saya kaya, saya akan keliling dunia.”

Presuposisi:
πŸ‘‰ Saya tidak kaya sekarang

 

8.3 Fungsi Presuposisi dalam Komunikasi

Presuposisi bukan sekadar teori. Dalam kehidupan nyata, ia punya banyak fungsi penting πŸ‘‡

 

1. Membuat Komunikasi Lebih Efisien

Bayangkan kalau kita harus menjelaskan semua hal dari awal πŸ˜…

Contoh tanpa presuposisi:

“Saya punya seorang adik. Adik saya kuliah. Adik saya sudah lulus.”

Dengan presuposisi:

“Adik saya sudah lulus kuliah.”

πŸ‘‰ Lebih singkat, tapi tetap dipahami.

 

2. Menghindari Pengulangan Informasi

Presuposisi membantu kita:

  • tidak mengulang hal yang sudah diketahui
  • menjaga percakapan tetap ringkas

 

3. Menyampaikan Makna Secara Halus

Presuposisi sering digunakan untuk:

  • menyindir
  • menyampaikan kritik secara tidak langsung
  • menjaga kesopanan

Contoh:

“Kamu sudah mulai rajin sekarang ya?”

πŸ‘‰ Bisa mengandung makna: dulu kamu tidak rajin πŸ˜„

 

4. Mengarahkan Persepsi Lawan Bicara

Presuposisi bisa “menggiring” cara berpikir orang lain.

Contoh:

“Kenapa kamu selalu terlambat?”

Presuposisi:
πŸ‘‰ Kamu memang sering terlambat

πŸ‘‰ Tanpa disadari, lawan bicara bisa menerima asumsi itu.

 

5. Digunakan dalam Media dan Politik

Dalam dunia media dan politik, presuposisi sering dipakai untuk:

  • membentuk opini
  • memengaruhi audiens
  • menyisipkan pesan tertentu

Contoh:

“Kapan pemerintah akan mulai serius menangani masalah ini?”

πŸ‘‰ Presuposisi: pemerintah belum serius

 

6. Memperkuat Implikatur

Presuposisi sering bekerja bersama dengan implikatur percakapan.

Konsep implikatur ini banyak dibahas oleh tokoh penting:
πŸ‘‰ Paul Grice

πŸ‘‰ Bedanya:

  • Presuposisi = asumsi awal
  • Implikatur = makna tambahan dari konteks

 

Presuposisi dalam Kehidupan Sehari-hari

Tanpa kita sadari, kita menggunakan presuposisi setiap hari:

  • saat berbicara dengan teman
  • saat mengajar di kelas
  • saat membuat konten media sosial
  • bahkan saat bercanda πŸ˜„

Contoh:

“Masih sering begadang?”

πŸ‘‰ Presuposisi: orang tersebut memang sering begadang

 

Tantangan dalam Memahami Presuposisi

Meskipun terlihat sederhana, presuposisi bisa menimbulkan masalah jika:

  • asumsi tidak benar
  • lawan bicara tidak memiliki pengetahuan yang sama
  • terjadi perbedaan budaya

Contoh:
πŸ‘‰ Dalam komunikasi lintas budaya, sesuatu yang dianggap “sudah diketahui” bisa jadi tidak dipahami oleh orang lain.

 

Penutup

Presuposisi menunjukkan bahwa komunikasi manusia tidak hanya tentang kata-kata yang diucapkan, tetapi juga tentang apa yang diasumsikan.

Dengan memahami presuposisi, kita bisa:

  • lebih peka dalam memahami makna tersembunyi
  • lebih hati-hati dalam berbicara
  • lebih kritis dalam menerima informasi

Dalam dunia pragmatik, presuposisi adalah bukti bahwa:
πŸ‘‰ tidak semua makna ada di permukaan

Kadang, justru yang paling penting…
πŸ‘‰ adalah apa yang “tidak dikatakan”, tapi dianggap sudah diketahui bersama.

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tindak Tutur (Speech Acts)

  BAGIAN II: CABANG-CABANG LINGUISTIK Bab 7: Pragmatik Tindak Tutur (Speech Acts)   Dalam komunikasi sehari-hari, manusia tidak hanya m...